Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, bersama Inspektur Wilayah III, Mulyadi Nurdin, melakukan pemantauan persiapan operasional haji di asrama haji Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026).
Dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Biro Humas, Moh. Hasan Affandi itu, Inspektur Jenderal dan tim Inspektorat melakukan pemantauan kesiapan asrama haji, beserta seluruh perlengkapannya, baik infrastruktur, anggaran, sumber daya manusia, sekaligus memberikan pembekalan kepada petugas haji setempat.
Inspektur Wilayah III, Mulyadi Nurdin, usai acara mengatakan bahwa Inspektur Jenderal ingin memastikan seluruh persiapan ibadah haji telah dilakukan dengan baik, memastikan seluruh fasilitas yang dibutuhkan telah tersedia, seluruh petugas telah siap untuk melakukan pelayanan kepada jemaah haji.
Ia menambahkan bahwa sejumlah aspek menjadi sasaran pengawasan Inspektorat Jenderal yaitu, Kesiapan petugas asrama haji dalam memberikan layanan embarkasi dan debarkasi jemaah haji, Kesiapan akomodasi seperti kamar yang layak dan sehat, kesiapan pelayanan khusus bagi Lansia, Resiko tinggi, dan penyandang disabilitas.
Selanjutnya kesiapan layanan katering, seperti dapur, alat memasak, alat makan, serta ruangan konsumsi, berikutnya layanan penyambutan jemaah di asrama haji, Layanan pemberangkatan ke Bandara, serta rencana pembinaan jemaah oleh PPIH Embarkasi.
"Kesiapan itu sangat penting dalam rangka mensukseskan ibadah haji, apalagi pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia akan dilaksanakan mulai tanggal 21 April, waktunya sudah sangat dekat, kesiapan asrama haji akan menentukan sukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini," ujar Alumni Lemhannas RI tersebut.
Ia menambahkan bahwa Inspektur Jenderal, Dendi Suryadi menekankan indikator kesuksesan pelaksanaan haji tahun ini yang dirangkum dalam Tri sukses haji yaitu, Sukses pelaksanaan ritual haji, Sukses Ekosistem Ekonomi, dan Sukses peradaban dan keadaban.
Terkait poin pertama berupa sukses pelaksanaan haji, indikatornya berupa, Terserapnya kuota haji 100 persen, Menurunnya angka Kematian jemaah haji, Tidak ada jamaah yang hilang, Hilangnya kesusahan jemaah haji, dan Tidak adanya kasus penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan ibadah haji.
Dalam kesempatan itu Inspektur Jenderal juga memberikan sejumlah pesan kepada petugas haji agar mempersiapkan diri semaksimal mungkin dalam melayani jemaah haji.
"Waktu keberangkatan sudah sangat dekat, seluruh petugas agar melakukan konsolidasi, koordinasi, saling kenal antar petugas, membangun kekompakan tim, membangun komitmen bersama, dan saling membantu selama melayani jemaah," ujarnya.
Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah, sejauh ini tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia.
"Walau demikian Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario terkait perkembangan politik dan keamanan di Timur Tengah, untuk itu jemaah agar mengikuti dan mematuhi kebijakan Pemerintah demi keselamatan dan keamanan jemaah haji," ujar Alumni Universitas Al-Azhar Mesir tersebut.


